saat aku mulai terjatuh, saat itu kau datang memberikan aku dukungan dalam hidup, kau semangat ku untuk bangkit, semangat ku untuk hidup, semngat ku dalam menuju tujuan hidup ku. kau tak perna mengenal rasa lelah saat membuatku bangkit, kau selalu ada saat aku butuh, tak ada kata benci yang kau berikan saat aku marah, kau selalu sabar dalam menghadapiku, kau yang selalu mengingatkan aku untuk sabar.
aku bahagia masih memliki mu, masih mendaptkan kasih sayangmu, kepedulianmu pada ku tak akan perna tergantikan oleh apapun, kau lah semangat ku, kau matahari ku, aku tujuanku hidup. aku sungguh ingi kau tau betapa hati ini sakit ketika harus marah pada mu, betapa bodohnya dirii ini sampai membentakmu, aku sadar pula tujuan mu untukku sangat lah baik, namun aku tak bisa katakan apapun, karena mulut ini telah membuat mu terluka. namun hatimu tak perna merasa tersakiti oleh mulut ini.
aku sungguh telah menyia-nyiakan kasih sayang yang telah kau beri. aku tak perna menyadari betapa sulitnya kau jalani hidup, betapa letihnya kau memberikanku hidup, mempertahankan ku ghidup. sungguh bodoh diri ini saat melukaimu, sungguh betapa hinanya mulut ini saat mengeluakan kata kata pedih itu.sungguhtak layaknya diri ini berada dismapingmu jika hanya menyakitimu.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan