Sabtu, 20 April 2013

Tuhan, mengapa kau biarkan air mata ini mengalir ketika hati mulai merasakan sakit?, kenapa kau biarkan diri ini melemah ketika merasakan sakit?, Tuhan, mengapa disaat hati ini mulai tersakiti sulit untuk diobati?.
Tuhan, hati ini terasa sakit ketika mata ini melihat sikap nya mulai menjauh dan tak ingin lagi melihat diri ini, sakit ini bagaikan tertusuk pisau yang jau lebih dalam tancapanya, tersa dada ini sesak, tal mapu bernafas lagi. Tuhan begitu banyak air mata yang telah aku berikan untuk nya tapi entah mengapa sedikit pun dia tak melihat sisi pedih ini, untuk berpaling kembali pada hati ini. Tuhan sampai kapan aku harus seperti ini, aku ingin bangkit dari kepedihan ini, tuhan bantu aku untuk dapat menyembuhkan hati yang telah terluka karna pisau yang telah dia tancapkan. Tuhan bantu aku untuk bisa menghilangkan rasa sakit ini, tuhan aku yakin dengan takdir yang kau berikan pada ku saat ini, aku yakin yang terbaik yang telah kau tulis kan dalam takdir hidupku. Tapi tuhan izinkan aku untuk melenyapkan rasa sakit ini. sakit yang begitu dalam yang begitu sakit untuk aku rasakan. Aku hanya ingin hidupku bahagia tak lagi terluka, tuhan bantu aku.

arti senyum ku

Setiap senyuma memiliki arti yang berbeda, begitu juga dengan senyumku yang aku berikan pada kalian.
didalam setiap senyumku pun memiliki arti yang berbeda, didalam senyum ku terdapat luka yang begitu pedih, luka yang selau dapat aku tutupi dengan senyumanku, senyuman palsu. Senyuman iniyang selalu aku perlihatkan disaat aku bersama kalian, rasa pedih ini menjai beban dalam hatiku, an menjadi sumbatan yang begitu besar sampai aku pun sulit untuk bernafas. 
Senyum yang aku perlihatkan hanya untuk melupakan pedih yang aku rasakan, tetapi saat senyum itu mulai redupdan hilang dan ketika itu pula pedih dan sakit ini mulai muncul kembali, mengeluarkan rasa yang ku simpan selam ini, menjelaskan sakit yang ku pendam saat ini, rasa yang tak tau harus aku utarakan seperti apa,kepada siapa, kemana, dan bagaimana aku utarakan itupun aku tak tahu.
Senyum ini hanya untuk menutupi pedih dan sakit hati yang aku rasakan, hanya untuk membuat kalian tahu jika aku baik baik saja ketika aku bersama kalian, senyum yang terpancar dari wajah ini hanya senyum untuk menutupi pedh dan sakit yang aku rasakan. 
entah sampai kapan aku harus berpura-pura seperti ini, dengan senyum palsu untuk menutupi pedih dan sakit ku, senyum yang tidak hadir dari dalam hatiku, senyum yang mengartikan kesedihan didalam hatiku, bukan senyum kebahagian yang sebenarnya. Entah aku pun tak tau apa asrti senyum ku ini, senyum ini tak bisa diartikan bahagia ataupun sedih, yang aku tau senyum ini hanya membuatku menangisi keadaan ini, keadaan yang bukan sebenanya.

Jumaat, 12 April 2013

Raga dan Hati

ketika hati harus memilih, apa yang sebenarnya tidak ingin dia pilih, hati memilih yang tak sesuai dengan keinginannya hanya untuk melihat yang lain tersenyum. 
ketika hati mulai terasa lelah dia akan mencoba memberontak agar bisa terlepas dari kelelahan itu,, namun raga ini tak ingin hati ini lelah, raga selalu mencoba untuk kuat, mencoba mempertahankan hati agar tetap teguh.
raga akan menjadi penopang hati yang paling kuat dan dapat menutupi rasa lelah hati. raga dan hati akan bisa saling menjaga agar tetapa sama sama kuat dalam menjalankan kehidupannya

Sabtu, 22 Disember 2012

saat aku mulai terjatuh, saat itu kau datang memberikan aku dukungan dalam hidup, kau semangat ku untuk bangkit, semangat ku untuk hidup, semngat ku dalam menuju tujuan hidup ku. kau tak perna mengenal rasa lelah saat membuatku bangkit, kau selalu ada saat aku butuh, tak ada kata benci yang kau berikan saat aku marah, kau selalu sabar dalam menghadapiku, kau yang selalu mengingatkan aku untuk sabar.
aku bahagia masih memliki mu, masih mendaptkan kasih sayangmu, kepedulianmu pada ku tak akan perna tergantikan oleh apapun, kau lah semangat ku, kau matahari ku, aku tujuanku hidup. aku sungguh ingi kau tau betapa hati ini sakit ketika harus marah pada mu, betapa bodohnya dirii ini sampai membentakmu, aku sadar pula tujuan mu untukku sangat lah baik, namun aku tak bisa katakan apapun, karena mulut ini telah membuat mu terluka. namun hatimu tak perna merasa tersakiti oleh mulut ini. 

aku sungguh telah menyia-nyiakan kasih sayang yang telah kau beri. aku tak perna menyadari betapa sulitnya kau jalani hidup, betapa letihnya kau memberikanku hidup, mempertahankan ku ghidup. sungguh bodoh diri ini saat melukaimu, sungguh betapa hinanya mulut ini saat mengeluakan kata kata pedih itu.sungguhtak layaknya diri ini berada dismapingmu jika hanya menyakitimu.
dalam langkah ku selalu aku ingat doa mu, 
yang selalu kau pinta pada-Nya, 
dalam nafas mu selalu kau kenang diriku
selalu kau kasihi dan kau sayangi diriku,
tak ada kata lelah dalam hidup mu untukku,
entah dengan apa harus ku katakan
jika sesungguhnya aku sungguh menyayangimu,
entah harus dengan kalimata apa harus kusampaikan 
aku tak ingin kehilanganmu.
sunggu kau berarti dalam hidupku, ibu kau segalanya